
Kunjungan DMDI Indonesia bersama Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, menghidupkan suasana akademik di UIN Sumatera Utara. Sejak kedatangan rombongan, para pimpinan kampus, dosen, dan mahasiswa menyambut mereka dengan penuh antusias. Karena itu, acara ini langsung menjadi ruang interaksi yang produktif antara organisasi Melayu-Islam, pemerintah, serta perguruan tinggi. Seluruh pihak ingin memperkuat pengembangan pendidikan Islam yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan global.
Penguatan Moderasi Beragama sebagai Agenda Utama
Menteri Agama memaparkan pentingnya moderasi beragama di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa mahasiswa perlu memahami Islam secara terbuka, dialogis, dan toleran. Selain itu, ia mendorong seluruh akademisi untuk membangun pola pengajaran yang mendorong pemikiran kritis sehingga mahasiswa mampu menjawab tantangan zaman dengan lebih tepat. Dengan pendekatan tersebut, proses pendidikan tidak hanya menekankan teori, tetapi juga menghasilkan praktik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selanjutnya, Menteri Agama mengajak kampus untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi menjadi jalan strategis agar pembelajaran terus berkembang. Dengan demikian, kampus dapat mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing.
DMDI Indonesia Fokus pada Pemberdayaan Pemuda
Ketua Umum DMDI Indonesia, Said Aldi Al-Idrus, menyampaikan komitmen organisasinya dalam mendorong program pemberdayaan pemuda. Ia menekankan bahwa pemuda Melayu-Islam memerlukan ruang yang luas untuk menumbuhkan karakter, kemampuan intelektual, serta kepemimpinan. Oleh karena itu, ia menilai kerja sama dengan Kementerian Agama dan perguruan tinggi menjadi langkah yang sangat strategis.
Kemudian, Said Aldi menyatakan kesiapannya untuk menggagas program baru yang mendorong kreatifitas generasi muda. Program tersebut mencakup penguatan literasi agama, pembangunan jejaring internasional, dan peningkatan pemahaman budaya Melayu-Islam. Dengan langkah ini, ia ingin menghadirkan generasi yang moderat, inovatif, dan siap bersaing secara global.
Kolaborasi Tiga Pilar: Pemerintah, Kampus, dan Organisasi



Acara ini menghadirkan dialog yang hangat dan penuh gagasan. Setiap peserta menyampaikan ide mengenai diplomasi budaya, penguatan riset, serta pengembangan metode pendidikan. Berkat suasana interaktif tersebut, kegiatan berjalan dinamis dari awal hingga akhir. Selain itu, berbagai pihak langsung menyusun rencana tindak lanjut untuk memperluas kerja sama lintas institusi.
Selanjutnya, pihak kampus mengusulkan program pertukaran mahasiswa, workshop literasi digital, dan penguatan pusat kajian. Ide tersebut mendapat sambutan positif dari DMDI Indonesia dan Kementerian Agama. Karena itu, semua pihak sepakat untuk merancang agenda lanjutan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi pemuda di kawasan Melayu-Islam.
Pengembangan Pendidikan Islam yang Inklusif
UIN Sumatera Utara memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat fondasi akademiknya. Kampus ingin menghadirkan pendidikan Islam yang inklusif, modern, dan relevan. Untuk itu, mereka terus memperluas jejaring agar mahasiswa memiliki lebih banyak akses terhadap pengalaman belajar baru. Selain itu, kampus memberi perhatian besar pada peningkatan mutu kurikulum supaya mahasiswa dapat mengikuti perkembangan dunia.
Kunjungan Menteri Agama dan DMDI Indonesia memperkuat optimisme tersebut. Kampus merasa semakin terdorong untuk membangun lingkungan akademik yang mendukung inovasi. Dengan demikian, lulusan dapat melangkah lebih percaya diri di tengah persaingan nasional maupun internasional.
Harapan terhadap Masa Depan Pemuda Melayu-Islam
Momentum ini membuka peluang besar bagi perkembangan pemuda Melayu-Islam. Sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan perguruan tinggi memberikan landasan yang solid untuk menciptakan program yang berkelanjutan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga memperluas jejaring yang memungkinkan pemuda berpartisipasi dalam forum internasional.
Pada akhirnya, seluruh pihak berharap kerja sama ini menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Melalui semangat kolaborasi, DMDI Indonesia bersama Kementerian Agama dan UIN Sumatera Utara ingin menghadirkan perubahan positif bagi dunia Melayu-Islam secara global.
